Meratapi kesalahan atau kegagalan di masa lalu
tidak akan menghasilkan apapun. Anda hidup untuk hari ini, jangan sampai Anda
menua dan tidak mendapat apapun untuk masa depan yang lebih baik.
Semua orang pernah mengalami kegagalan dan
penyesalan. Misalnya saja keluarga, pertengkaran dengan orang tua, penyesalan
karena belum sempat membahagiakan orang tua tapi Tuhan sudah memanggil orang
tua terlebih dahulu dan sebagainya. Dalam pendidikan, seringkali anak muda kecewa
luar biasa karena tidak diterima di sekolah atau universitas favorit. Dalam
bidang pekerjaan, ada banyak penyesalan para pegawai yang terpaksa bekerja
padahal tidak sesuai dengan hati nurani, atau penyesalan karena tertipu puluhan
juta rupiah.
Dari semua penyesalan yang ada, kami sering
menerima curhat tentang sulitnya terlepas dari keterikatan masa lalu dan
hubungan asmara. Seringkali, para wanita terus mengingat perjalanan cinta yang
telah berakhir. Walaupun itu menyakiti hati mereka, mereka tetap tidak bisa
melangkah dan bangkit untuk menemukan pria yang lebih pantas dan lebih baik
untuk masa depan mereka.
Pikirkan, apakah Anda akan membiarkan diri terus
menua dalam bayangan masa lalu? Padahal masih banyak pria lain yang lebih baik
untuk berdampingan dengan Anda dan masa depan Anda. Begitu juga dalam aspek
yang lain, Anda hidup untuk saat ini dan masa depan, tidak untuk masa lalu.
Masa kini dan masa depan menanti untuk diperbaiki, diperbaharui dan dijalani
lebih baik. Yang tidak akan Anda dapatkan dengan terus meratapi kegagalan masa
lalu.
Berkacalah pada masa lalu, itu akan menjadi pijakan
agar Anda bangkit lebih kuat. Tetapi sekali-sekali saja melihat masa lalu,
sebagai penguat diri Anda saat ini. Ingat, hidup Anda saat ini harus bebas dari
ratapan masa lalu. Masa depan yang indah tidak akan tercapai jika Anda hanya
bisa menangisi masa lalu.
0 komentar:
Posting Komentar